SD Terpadu Muhammadiyah 1 BesukiSD Terpadu Muhammadiyah 1 Besuki

25 September 2026

KEGIATAN TASMI AL QURAN

By Admin

Kegiatan Tasmi

Besuki, 4 September 2026 Suasana penuh haru dan kebanggaan menyelimuti kegiatan Tasmi’ Al-Qur’an SD Terpadu Muhammadiyah 1 Besuki yang dilaksanakan pada Jumat, 4 September 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk apresiasi sekaligus evaluasi capaian hafalan Al-Qur’an para siswa dalam membangun generasi Qur’ani.

Pada kegiatan Tasmi’ kali ini, tampil dua peserta yang menarik perhatian karena berasal dari jenjang yang berbeda, yaitu Shahzada Farras Haidar, siswa kelas VI B yang mentasmi’ Juz 28, dengan pencapaian hafalan juz 30, 29 dan 28 memasuki juz 27. Serta sang adik Shakila Zhafia Fridella A, siswi kelas III A yang mentasmi’ Juz 30, dengan pencapaian hafalan juz 30, 29, dan masuk pada juz 28.

Keduanya tampil di hadapan guru, orang tua, dan warga sekolah untuk memperdengarkan hafalan Al-Qur’an yang telah mereka persiapkan melalui proses muroja’ah dan bimbingan yang berkelanjutan.

Dari Pandangan Orang Tua: Bukan Sekadar Hafal, tetapi Menjadi Kebiasaan

Bagi orang tua, keberhasilan anak dalam mengikuti Tasmi’ bukan semata-mata tentang seberapa banyak ayat yang mampu dihafalkan. Lebih dari itu, proses menghafal Al-Qur’an diharapkan menjadi kebiasaan yang membentuk karakter anak di rumah maupun di sekolah.

Orang tua melihat bahwa perjalanan menuju Tasmi’ membutuhkan kesabaran, kedisiplinan, dan dukungan dari seluruh keluarga. Ada saat-saat anak merasa lelah atau kesulitan dalam muroja’ah. Namun, dengan pendampingan dan motivasi yang terus diberikan, sedikit demi sedikit hafalan menjadi bagian dari keseharian mereka.

“Sebagai orang tua, kami tidak hanya berharap anak mampu menghafal Al-Qur’an. Kami berharap Al-Qur’an menjadi teman hidupnya, dibaca, dijaga, dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.”

Kehadiran orang tua dalam kegiatan Tasmi’ juga menjadi bentuk dukungan moral bagi anak. Ketika seorang anak mampu memperdengarkan hafalannya di depan banyak orang, sesungguhnya di baliknya terdapat doa, pendampingan, dan perjuangan keluarga yang tidak selalu terlihat.

Dari Pandangan Ustadz/Ustadzah: Hafalan Harus Dijaga dengan Muroja’ah

Dari sisi pendidik tahfidz, Tasmi’ merupakan bagian penting dalam proses menjaga kualitas hafalan. Menghafal Al-Qur’an bukanlah proses sekali selesai, tetapi membutuhkan muroja’ah yang konsisten dan berkesinambungan.

Para ustadz dan ustadzah terus memberikan pendampingan agar siswa tidak hanya mengejar tambahan hafalan, tetapi juga memperhatikan kelancaran, ketepatan bacaan, serta kemampuan menjaga hafalan yang telah diperoleh.

“Anak-anak perlu memahami bahwa menghafal Al-Qur’an bukan perlombaan untuk menjadi yang paling banyak hafal. Yang lebih penting adalah bagaimana hafalan itu terus dijaga, dibaca, dicintai, dan menjadi bagian dari akhlak mereka.”

Tasmi’ juga memberikan pengalaman berharga bagi siswa untuk membangun keberanian. Berdiri di hadapan orang lain dan memperdengarkan hafalan Al-Qur’an membutuhkan kesiapan mental, ketenangan, serta keyakinan.

Karena itu, setiap siswa yang mengikuti Tasmi’ sejatinya telah menunjukkan sebuah pencapaian yang patut diapresiasi.

Dari Pandangan Kepala Sekolah: Kakak dan Adik, Dua Generasi yang Menginspirasi

Kepala SD Terpadu Muhammadiyah 1 Besuki, Fauzi, S.Pd., menyampaikan bahwa Tasmi’ Al-Qur’an merupakan bagian dari ikhtiar sekolah dalam membangun budaya Qur’ani.

Tampilnya Shahzada Farras Haidar dari kelas VI B dengan Juz 28 dan Shakila Zhafia Fridella A dari kelas III A dengan Juz 30 memberikan pesan bahwa semangat mencintai dan menghafal Al-Qur’an dapat tumbuh sejak usia dini dan terus berkembang hingga jenjang kelas yang lebih tinggi.

“Hari ini kita tidak hanya menyaksikan anak-anak memperdengarkan hafalan Al-Qur’an. Kita sedang menyaksikan proses pendidikan karakter. Ada keberanian, kedisiplinan, kesabaran, dan kecintaan kepada Al-Qur’an yang sedang tumbuh dalam diri mereka.”

Menurutnya, perbedaan jenjang antara kakak dan adik yang tampil dalam Tasmi’ justru menjadi sebuah inspirasi. Kakak menjadi teladan bagi adik, sementara adik menjadi penyemangat bagi kakak.

Sekolah berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti pada pencapaian hafalan, tetapi terus berkembang menjadi budaya yang melekat dalam kehidupan seluruh warga sekolah.

“Target kita bukan hanya melahirkan anak-anak yang hafal Al-Qur’an, tetapi generasi yang dekat dengan Al-Qur’an, mencintainya, menjaga bacaannya, dan menjadikan nilai-nilainya sebagai pedoman dalam kehidupan.”

Tasmi’ Hari Ini, Bekal untuk Masa Depan

Kegiatan Tasmi’ Al-Qur’an SD Terpadu Muhammadiyah 1 Besuki menjadi pengingat bahwa pendidikan Al-Qur’an membutuhkan sinergi antara sekolah, ustadz/ustadzah, dan orang tua.

Dari rumah lahir doa dan pembiasaan.
Dari guru hadir bimbingan dan keteladanan.
Dari sekolah tumbuh lingkungan yang mendukung.
Dan dari anak-anak tumbuh semangat untuk menjaga Kalamullah.

Shahzada dan Shakila mungkin baru dua anak yang tampil hari ini. Namun, diharapkan keberanian dan semangat keduanya dapat menjadi inspirasi bagi seluruh siswa SD Terpadu Muhammadiyah 1 Besuki untuk terus mendekatkan diri kepada Al-Qur’an.

Semoga setiap ayat yang dihafalkan menjadi cahaya bagi kehidupan, menjadi penolong bagi kedua orang tua, dan menjadi bekal bagi anak-anak untuk tumbuh sebagai generasi Qur’ani yang berakhlak mulia.

Selamat dan sukses untuk ananda Shahzada Farras Haidar dan ananda Shakila Zhafia Fridella A. Semoga hafalannya semakin kuat, istiqamah dalam muroja’ah, dan Al-Qur’an senantiasa hidup dalam hati serta perilaku.